Kalimat pertama Igor Tolic di jumpa pers bukan analisis, melainkan permintaan maaf.
“Tidak banyak yang bisa dikatakan. Kami meminta maaf kepada bobotoh.”
— Igor Tolic, Republik Bobotoh
Baru setelah itu ia menguraikan alasannya, dan uraiannya membelah laga jadi dua bagian yang hampir tidak terlihat seperti tim yang sama.
“Selama 60 menit, kami bermain tidak baik dan kemudian dalam 30 menit terakhir setelah melakukan perubahan, kami menunjukkan bagaimana kami seharusnya bermain.”
— Igor Tolic
Pemisahannya bukan kiasan. Persib tertinggal lewat gol Alexander Jeremejeff pada menit ke-41 dan baru hidup setelah bangku cadangan dibuka. Masuknya Luka Menalo menggantikan Mariano Peralta mengubah sisi serang mereka, dan winger itu dua kali nyaris menembus gawang Persija sebelum akhirnya menyumbang assist untuk gol Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Menurut Tolic, timnya bahkan menunjukkan ambisi yang cukup kuat untuk mencetak gol lagi di 15 menit terakhir. Yang terjadi justru sebaliknya. Ivan Mamut menyundul bola masuk di injury time dan comeback yang nyaris jadi itu berubah jadi kekalahan 2-1.
Jadi persoalannya bukan Persib tidak bisa bermain di Gelora Bung Karno, melainkan bahwa mereka baru mulai bermain ketika laganya tinggal sepertiga. Tolic sendiri mengakui timnya tidak tampil baik selama 90 menit penuh, terlepas dari skornya.
Kekalahan ini menempatkan Persib di peringkat kelima dengan tiga poin dari dua laga, dan waktu untuk memperbaikinya sangat sempit. Rabu (16/9) mereka sudah harus membuka fase grup Liga Champions Asia Dua di markas FC Seoul.