Persebaya Surabaya hanya bermain imbang 1-1 dengan Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), di pekan ketiga Super League. Alex Martins baru memecah kebuntuan jelang akhir laga lewat sundulan dari umpan silang Jefferson Silva. Keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit, sampai Al Hamra Hehanussa menyamakan skor di menit ke-89.
Hasil ini membuat Persebaya berada di peringkat ketujuh dengan lima poin dari tiga laga. Garudayaksa, tim promosi, kini mengoleksi dua poin dan masih mencari kemenangan pertama.
Bernardo Tavares menunjuk sumber masalahnya dengan jelas. Gol Garudayaksa, katanya, berawal dari sepak pojok pendek yang tidak diantisipasi dengan benar.
“Kita juga kebobolan gol yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kita kebobolan lewat situasi set piece dari umpan sudut pendek.”
— Bernardo Tavares, IDN Times Jatim
Ia menunjuk dua kesalahan sekaligus. Barisan belakang tidak bergerak bersama, dan pemain yang memegang bola dibiarkan terlalu leluasa.
“Lini pertahanan kita tidak naik secara sejajar, dan kita kurang agresif dalam menekan pemain lawan yang memegang bola.”
— Bernardo Tavares
Celah itu cukup bagi Garudayaksa untuk mengirim bola ke tiang jauh. Yang membuatnya lebih pahit, menurut Tavares, itulah satu-satunya peluang bersih lawan di babak kedua.
Persebaya sendiri sebenarnya sempat mencetak gol lebih dulu lewat Miguel Pereira, tetapi dianulir setelah pemeriksaan VAR.
“Menurut pendapat saya, di babak pertama kita bisa bermain lebih baik. Kita menciptakan beberapa peluang. Sayangnya, kita mencetak satu gol yang kemudian dianulir oleh VAR.”
— Bernardo Tavares
Secara keseluruhan ia merasa Persebaya lebih banyak menciptakan peluang, lebih banyak mendapat sepak pojok, dan unggul di hampir semua aspek. Yang kurang hanya gol kedua untuk mengunci laga. Ia tetap memuji kerja keras pemain dalam pertandingan yang ia sebut berintensitas tinggi.
Persebaya kini punya jeda hampir tiga pekan. Laga berikutnya tandang ke markas Isen Mulang FC pada 9 Oktober, dan Tavares ingin merebut kembali di sana dua poin yang hilang di GBT.