Roma naik ke puncak klasemen Serie A setelah menang 2-0 di kandang Torino, Senin (14/9). Gol Donyell Malen di menit 40 dan Niccolò Pisilli di menit 90+3 membuat Roma menyapu bersih empat laga awal.
Posisi itu belum aman. Inter menjamu Udinese hanya beberapa menit setelah laga di Turin selesai, dan kabarnya sampai ke ruang konferensi pers. Menurut Corriere dello Sport, Gasperini terkejut saat diberi tahu Udinese unggul 2-0, lalu bertanya dengan nada ironis kepada wartawan, “Jam berapa sekarang?” Saat keluar ruangan dan diberi tahu skornya masih 2-0, ia menjawab setengah bercanda, “2-2!”
Inter akhirnya membalikkan keadaan dan menang 5-3, sehingga kedua tim sama-sama mengoleksi 12 poin. Keduanya bertemu di Stadio Olimpico, Sabtu (19/9).
Seusai laga, Gasperini menyebut Inter sebagai tim patokan yang dianggap semua orang paling kuat, meski menurutnya Como tidak jauh di belakang. Laga itu ia anggap kesempatan bagi Roma untuk mengukur diri. Ia lalu mengungkit pertemuan musim lalu.
“Kami punya beberapa hari untuk mempersiapkannya. Tahun lalu perbedaannya besar, terutama di putaran kedua. Kami kalah telak, tapi sejak saat itu lahirlah Roma yang sesungguhnya. Ada peningkatan terus-menerus, bukan cuma soal hasil, tapi juga sikap dan mentalitas.”
— Gian Piero Gasperini, Corriere dello Sport
Pertemuan pertama musim lalu, yang digelar di kandang Roma, menurutnya berjalan jauh lebih seimbang.
“Sebaliknya, laga putaran pertama di kandang lebih ketat, dan mungkin kami pantas mendapat lebih dari itu.”
— Gian Piero Gasperini
Sabtu nanti, Roma kembali menjamu Inter di Olimpico. Kali ini keduanya datang dengan catatan yang sama, empat kemenangan dari empat laga.