Roma menang 2-0 di kandang Torino, Senin (14/9), dan menyapu bersih empat laga awal Serie A. Donyell Malen membuka skor di menit 40. Ia jatuh setelah bertabrakan dengan kiper dan bek Torino, tapi masih sempat menyodok bola dari tanah setelah menerima umpan terobosan Paulo Dybala. Niccolò Pisilli menutup laga di menit 90+3.
Duet Malen dan Dybala kembali jadi sorotan. Kepada DAZN, Gian Piero Gasperini menyebut kombinasi keduanya sebagai tontonan bagi siapa pun.
“Melihat dua pemain bintang saling melengkapi seperti ini jadi kepuasan tersendiri bagi suporter dan semua pencinta sepak bola. Kombinasi mereka sangat penting, dan di banyak laga berhasil berbuah gol.”
— Gian Piero Gasperini, Corriere dello Sport
Meski begitu, Gasperini menarik Malen di menit 57, saat skor masih 1-0. Menurutnya Roma harus mengembangkan seluruh skuad sebisa mungkin. Penyerang yang terus bermain 90 menit, katanya, tidak akan sanggup mengulang penampilan yang sama beberapa hari kemudian.
“Kalau bisa menghemat sekitar 20 menit untuk mereka, itu bagus.”
— Gian Piero Gasperini
Alasannya tidak hanya soal fisik. Gasperini ingin pemain yang masih berkembang belajar dari dua penyerangnya.
“Mereka harus mencontoh Malen dan Dybala dari sisi teknik dan karakter, juga keinginan untuk jadi penentu dan pemeran utama. Hanya dengan begitu kami bisa berkembang.”
— Gian Piero Gasperini
Ia juga menyinggung pentingnya bangku cadangan yang dalam. Menurutnya semua tim kini punya pemain pengganti berkualitas, termasuk Torino yang menaikkan level di babak kedua. Roma tampil bagus di babak pertama meski bisa lebih tajam di 20 meter terakhir, lalu harus lebih mengandalkan mental bertanding setelah jeda.
Pujian khusus datang untuk Leonardo Balerdi, bek Argentina yang didatangkan dari Marseille musim panas ini dan dimainkan menggantikan Evan N’Dicka yang sakit flu. Gasperini menyebutnya bek modern, kuat secara fisik dan cepat. Saat ditanya siapa yang ia ingatkan, Gasperini sampai menyebut nama legenda Milan, Franco Baresi.
“Saya tidak bisa menyandingkannya dengan Baresi. Dari caranya memainkan peran itu, agresif saat merebut bola dan ikut terlibat dalam permainan, Baresi nomor satu dan tidak ada yang bisa menyamainya. Tapi Balerdi bek dengan karakteristik seperti itu.”
— Gian Piero Gasperini
Gol ke Torino menjadi gol keenam Malen dalam empat laga awal musim ini. Menurut catatan Corriere dello Sport, ia baru pemain ketiga dalam sejarah Roma yang mencetak lebih dari lima gol di empat laga pertama Serie A, setelah Pedro Manfredini (1960/61) dan Francesco Totti (2001/02).