Di balik kemenangan 2-0 atas Parma, satu pertanyaan yang menunggu Luciano Spalletti adalah soal transfer yang gagal. Franck Kessie tidak jadi bergabung dengan Juventus, dan ia ditanya apakah itu mengecewakannya.
Jawabannya tegas ke arah sebaliknya.
“Sama sekali tidak. Direktur sudah bicara soal itu, dia tahu bagaimana jalannya. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, dia pemain hebat dan seorang profesional yang serius.”
— Luciano Spalletti, JuventusNews24
Yang membuat jawabannya menarik adalah bagian berikutnya. Spalletti mengaku ada komunikasi langsung antara dirinya dan pemain itu setelah kesepakatannya buyar.
“Kami bertukar pesan, dia meminta maaf, dia menyampaikan alasannya, dan dia sebenarnya senang kalau bisa bermain untuk Juventus.”
— Luciano Spalletti
Batalnya transfer itu meninggalkan lubang yang belum tertutup, dan lubangnya membesar karena alasan lain. Sejak konferensi pers sebelum laga, Spalletti sudah menyatakan kekhawatirannya atas kondisi Khephren Thuram, sementara Weston McKennie absen karena kelelahan dan Kenan Yildiz masih menepi.
Di depan DAZN seusai laga, ia menyambungkan dua hal itu secara terbuka.
“Kemungkinan, kalau situasi sulit soal Thuram ini dikonfirmasi oleh tim medis, kami butuh seorang pemain di lini tengah.”
— Luciano Spalletti, JuventusNews24
Ia menambahkan bahwa para direktur klubnya sebelumnya sudah menyiapkan satu opsi yang menurutnya logis dan menarik dari segala sisi, tapi opsi itu buyar. Karena itu, menurut Spalletti, mereka kini harus mencari profil lain sebelum bursa ditutup.
Situasinya jadi ironis. Juventus mengawali musim dengan dua kemenangan beruntun dan berada di puncak klasemen, tapi pelatihnya justru menghabiskan sebagian sesi pasca-laga untuk menjelaskan kenapa lini tengahnya masih perlu tambahan. Sisa waktu bursa yang tinggal sedikit membuat pencarian profil pengganti itu jadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.