Spalletti Pasang Badan, Akui Dirinya yang Minta Juventus Kejar Kemenangan

Serie A

Spalletti Pasang Badan, Akui Dirinya yang Minta Juventus Kejar Kemenangan

Pasca Serie A: Sassuolo 3-2 Juventus

Juventus menelan kekalahan pertama musim ini di markas Sassuolo, Minggu (13/9). Tertinggal lewat gol Sebastiano Esposito di menit 65, Juve menyamakan kedudukan lewat Zhegrova di menit 82. Bowie membawa Sassuolo unggul lagi di menit 89, Zhegrova kembali menyamakan di menit 90+1, sebelum Vasilije Adzic memastikan kemenangan 3-2 tuan rumah lewat serangan balik di menit 90+4.

Luciano Spalletti tidak mencari kambing hitam. Menurutnya, gol terakhir itu lahir karena Juventus kehilangan keseimbangan saat terlalu banyak pemain naik menyerang, dan dorongan untuk menyerang itu datang darinya sendiri.

“Pemain berusaha mengejar kemenangan, sayalah yang memintanya. Mungkin mereka menjalankan permintaan saya terlalu harfiah, sampai terlalu banyak pemain masuk ke kotak penalti untuk membalikkan keadaan.”

— Luciano Spalletti, Tuttosport

Kepada Sky Sport Italia, ia merinci detik-detik sebelum gol Adzic. Saat waktu tinggal sekitar 30 detik, semua pemain Juventus naik untuk menyambut tendangan bebas. Bolanya tidak dikirim ke kotak penalti, malah digulirkan, lalu hilang.

“Kami tidak boleh sampai kalah jumlah dua lawan tiga di lini tengah, padahal di depan kami delapan lawan tujuh. Kami bisa memutar bola dan mungkin melepas tembakan, bukannya kehilangan bola.”

— Luciano Spalletti

Ia tidak mengecilkan dampaknya.

“Kami kalah di laga yang menyakitkan, karena kekalahan ini mahal harganya, baik untuk semangat tim maupun untuk klasemen.”

— Luciano Spalletti, Corriere dello Sport

Namun di konferensi pers, Spalletti justru menunjuk sesuatu yang ingin ia pertahankan. Ia mengaku selalu marah setiap kali kalah, dan marah bila timnya tidak berpikir jernih. Hanya saja, hilangnya kendali malam itu menurutnya lahir dari keinginan memenangi laga. Bermain aman demi tidak kalah, katanya, justru pilihan yang paling mudah.

“Mentalnya memang harus seperti ini. Keinginan mengejar hasil dengan segala cara, sekalipun sampai melukai diri sendiri, itu yang saya suka.”

— Luciano Spalletti

Menurutnya, mentalitas seperti itu lebih sulit dibangun ketimbang sekadar menjaga tim tetap seimbang.

Ia juga tidak menutup mata terhadap gol pembuka Esposito. Di situ, menurutnya, Juventus tidak cukup agresif merebut bola dan meninggalkan ruang yang menjadi tanggung jawab mereka sendiri.

Vicario membaca kekalahan itu dengan cara serupa. Kiper Juventus itu memahami keinginan tim untuk menang, karena menurutnya Juventus memang wajib selalu mencoba menang. Namun ia mengakui timnya kehilangan keseimbangan dan bermain terlalu nekat, dan dua gol yang bersarang itu bukan gol yang pantas dialami Juventus. Reaksi setelah tertinggal, katanya, sudah positif, tetapi tim harus lebih tenang dan lebih seimbang.

Kekalahan ini membuat Juventus tertahan di tujuh poin.

Berita lain dari laga ini