Di tengah kekalahan 3-2 dari Sassuolo, Minggu (13/9), Randal Kolo Muani kembali jadi bahan pertanyaan. Penyerang Juventus itu tidak mencetak gol, meski memberi assist untuk gol kedua Zhegrova di menit 90+1 yang sempat menyamakan skor menjadi 2-2.
Luciano Spalletti menilai persoalannya tidak hanya ada pada Kolo Muani. Juventus, katanya, terlalu jarang memanfaatkan penyerangnya sebagai tumpuan serangan.
“Kami harus lebih sering memberi umpan ke dia, supaya dia menahan bola dan kami bisa lepas dari pressing lawan. Itu jarang kami lakukan. Tapi di beberapa situasi dia memang harus lebih galak, itu benar.”
— Luciano Spalletti, Tuttosport
Di konferensi pers ia menjelaskan alasannya lebih rinci. Ketika Sassuolo sudah menjaga pemain Juventus satu per satu di lini tengah, bola semestinya dikirim langsung ke penyerang tengah supaya tekanan lawan bisa dibalik, dan itu jarang terjadi di babak pertama.
Sepekan sebelumnya, seusai imbang 1-1 melawan Milan, Spalletti menyatakan akan tetap satu perahu dengan Kolo Muani sampai akhir musim. Kepada Sky Sport Italia, ia menegaskan sikap itu belum berubah.
“Kami harus memberinya lebih banyak bola, kami harus lebih memacu dia, dan saya akan tetap di situ sampai akhir.”
— Luciano Spalletti
Pemain yang justru bersinar malam itu adalah Zhegrova, pencetak dua gol Juventus. Spalletti memujinya, dengan catatan.
“Dia jadi tak terkejar dan tak terduga saat menciptakan duel satu lawan satu di ruang sempit.”
— Luciano Spalletti
Catatannya, Zhegrova kadang kehilangan bola yang mudah dan belum punya kemampuan mengejar balik di sisi lapangan. Ia juga kadang menahan bola terlalu lama, salah satunya di awal laga ketika ia tidak mengumpan ke Kalulu yang sudah bergerak ke arah gawang. Meski begitu, Spalletti menyebutnya pemain luar biasa selama Juventus bermain menyerang.