Inter menang 5-3 atas Udinese di San Siro, Senin (14/9) waktu setempat, meski sempat tertinggal 0-2 dalam 16 menit pertama. Gol kedua Udinese, dicetak Jurgen Ekkelenkamp, disebut Tuttosport sebagai blunder Josep Martinez.
Chivu datang ke ruang konferensi pers San Siro dengan santai. Suasananya berubah saat pertanyaan soal Martinez muncul. Pelatih Inter itu tersenyum tegang, lalu membenturkan kepalanya pelan ke mikrofon di meja, seolah jengah mendengar topik yang sama lagi.
Ia mengingatkan bahwa musim lalu sorotan serupa jatuh ke Yann Sommer, dan kini giliran Martinez yang jadi sasaran.
“Saya akan membelanya sampai mati. Dia kiper penting, sama seperti Provedel dan Di Gennaro.”
— Cristian Chivu, FCInterNews
Chivu meminta wartawan berhenti membuat judul soal masalah kiper setiap pekan. Menurutnya, Martinez dan Provedel sama-sama memberi kontribusi untuk tim.
“Kami tidak punya masalah dengan kiper.”
— Cristian Chivu, TuttoMercatoWeb
Soal Provedel yang belum pernah diturunkan, Chivu menyebutnya kiper hebat yang akan membuktikan kualitasnya. Ia hanya belum memakainya karena berusaha membagi menit bermain secara adil lewat rotasi.
Ia lalu menutup jawabannya dengan permintaan yang lugas.
“Semua orang pernah salah, termasuk saya. Sekarang semua orang terpaku pada kiper. Saya membelanya karena dia tidak pernah jadi masalah. Kesalahan itu bagian dari permainan. Tolong tulis judul ini, Martinez tidak akan pernah jadi masalah.”
— Cristian Chivu
Kesalahan Martinez tidak berujung kekalahan. Inter membalas lewat Carlos Augusto dan Nicolò Barella sebelum turun minum, lalu Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny menambah gol di babak kedua. Hasil ini membawa Inter ke puncak klasemen dengan 12 poin, sama dengan Roma, lawan mereka di Stadio Olimpico pada laga berikutnya sebelum jeda internasional.