Inter menjamu Udinese di San Siro pada pekan keempat Serie A, Senin (14/9) pukul 20.45 waktu setempat atau Selasa (15/9) pukul 01.45 WIB. Ini laga pertama Nerazzurri sejak kalah 2-1 dari Real Madrid di Bernabéu.
Dalam konferensi pers di Appiano Gentile, Cristian Chivu lebih banyak membahas cara timnya menyikapi kekalahan itu dan sorotan yang mengikutinya. Ia tidak melihat tim yang kehilangan kepercayaan diri. Yang ia lihat justru kekecewaan.
“Di Madrid kami kehilangan kesempatan. Saya melihat tim yang kecewa karena kami bisa tampil lebih baik, meski kami sudah bermain bagus.”
— Cristian Chivu, Inter.it
Chivu juga tidak menutupi catatan Inter di Liga Champions belakangan ini, hanya satu kemenangan dari enam atau tujuh laga terakhir. Ia menyebut fase liga delapan laga musim ini sebagai perjalanan baru yang menuntut poin sebanyak mungkin.
Ditanya apakah ada keinginan berlebihan untuk menekan Inter, yang di Italia disebut sebagai tim yang harus dikalahkan, Chivu menjawab santai.
“Penilaian sudah ada dan akan tetap ada, tapi itu bukan masalah, karena penilaian itu gratis dan setiap orang bebas menyampaikan pendapatnya.”
— Cristian Chivu
Pertanyaan berikutnya menyinggung pengamatan Bergomi bahwa Inter termasuk sedikit tim di Eropa yang bermain dengan tiga bek. Chivu, yang semasa bermain meraih banyak gelar dengan 4-2-3-1, menolak menjadikan formasi sebagai ukuran.
“Saya berusaha tidak melihat formasi, tapi cara kami memainkan pertandingan. Ada tim yang mulai dengan 4-2-3-1, lalu bertahan dengan lima atau enam pemain dengan menurunkan winger-nya.”
— Cristian Chivu
Menurutnya yang menentukan adalah cara pemain membaca situasi, tinggi rendahnya garis pertahanan, cara lepas dari pressing, dan intensitas di momen tertentu.
Soal lawan, Chivu menyebut Udinese tim yang fisik dan berkualitas, dengan pelatih Kosta Runjaic yang menurutnya bekerja bagus beberapa tahun terakhir meski skuadnya banyak berubah. Ia juga mengingat laga kandang melawan Udinese musim lalu.
“Tahun lalu, di pekan kedua liga, kami kalah di kandang. Hari ini, setahun kemudian, kami juara Italia dan juga memenangi Coppa Italia.”
— Cristian Chivu
Dari sisi skuad, Federico Dimarco sudah berlatih bersama tim dan siap dimainkan, sementara Spence masih menjalani program pemulihan fisik dan belum tersedia.
Chivu juga ditanya soal Hakan Calhanoglu, yang musim ini belum pernah bermain lebih dari 65 menit. Ia mengingatkan gelandang Turki itu berangkat ke Piala Dunia dalam kondisi cedera dan melewatkan bagian awal persiapan musim. Untuk Diouf, targetnya menaikkan durasi penampilan berkualitas tinggi dari 60 menjadi 80 menit, karena kemampuannya melewati lawan memaksa garis pertahanan lawan mundur.
Terakhir, ia menyambut baik standar wasit musim ini yang lebih jarang memakai VAR. Menurutnya permainan jadi lebih intens dan waktu terbuang berkurang, meski ia berharap wasit lebih banyak berdialog dengan pemain.