Sudah lebih dari seribu hari sejak Old Trafford terakhir kali menjadi tuan rumah laga Liga Champions tim putra. Kamis (10/9) pukul 20.00 BST atau Jumat dini hari pukul 02.00 WIB, penantian itu berakhir ketika Manchester United menjamu Sabah, juara Azerbaijan yang menjalani debut mereka di kompetisi ini.
Michael Carrick tidak menyembunyikan bahwa malam ini terasa besar, tapi ia menaruh batas tegas antara menikmati momen dan datang untuk bekerja.
“Ini kompetisi yang ajaib. Ini tempat yang kami semua inginkan. Ketika Anda berada di luar, Anda sadar betapa spesialnya ini, dan ketika Anda di dalam, Anda ingin memanfaatkannya sebaik mungkin. Kami senang berada di sini, tapi kami tidak datang cuma untuk menikmati momennya. Kami di sini untuk bekerja dan melangkah sejauh yang kami bisa.”
— Michael Carrick, Manchester United
Bagian yang lebih jarang terdengar dari seorang pelatih United datang ketika ia ditanya soal catatan klubnya di kompetisi ini. Sejak final 2011, mereka hanya dua kali mencapai perempat final. Bruno Fernandes, yang sudah hampir tujuh tahun di klub dan baru saja masuk nominasi Ballon d’Or, cuma sekali merasakan babak gugur Liga Champions.
Carrick tidak membungkus kenyataan itu.
“Saya rasa kami harus cukup rendah hati untuk memahami sejarah terkini yang kami punya, dan itu tidak mengurangi dorongan, hasrat, serta harapan dari kami semua untuk benar-benar sukses. Tapi saya tetap merasa kami harus realistis untuk memahami itu, dan ada pandangan yang benar-benar seimbang soal ini.”
— Michael Carrick
Meski begitu ia menolak menetapkan babak tertentu sebagai patokan keberhasilan. Menurutnya cara berpikir semacam itu justru membebani, dan yang ia minta adalah timnya merangkul tantangan baru ini lalu mendorong sejauh yang bisa didorong. Ia juga menyebut sebagian pemainnya belum pernah merasakan pengalaman ini sama sekali, sehingga langkahnya harus diambil satu per satu.
Salah satu dari mereka adalah Bryan Mbeumo, yang menempuh jalan panjang dari Ligue 2 Prancis sampai ke titik ini.
“Jelas ini langkah besar buat saya, datang dari Ligue 2 di Prancis ke klub sebesar ini dan bermain di Liga Champions adalah hadiah yang luar biasa buat saya, dan saya benar-benar menantikannya.”
— Bryan Mbeumo, Manchester United
Mbeumo mengakui ia sebenarnya bisa memilih klub lain musim panas lalu yang langsung membawanya ke Liga Champions, tapi memutuskan bertaruh pada United. Alasannya, ia melihat tim dan para pemainnya, merasa bisa menjalin hubungan baik dengan mereka, dan menerima sejumlah pesan dari para pemain sebelum ia datang yang meyakinkannya bahwa sesuatu yang bagus bisa dicapai bersama.
Soal lawannya malam ini, Carrick tidak menganggapnya formalitas. Ia menyebut Sabah tim yang dilatih dengan sangat baik, punya prinsip yang berulang dan jelas, memenangi banyak laga dalam dua belas bulan terakhir, serta nyaman menguasai bola dan menekan sebagai satu kesatuan.