Ada satu bagian dari hasil imbang 2-2 Liverpool melawan Nottingham Forest yang membuat Andoni Iraola benar-benar kehilangan penjelasan, dan itu bukan soal permainan timnya.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, ia sudah meminta tiga pergantian pemain sekitar tiga menit sebelum penalti yang membuat Forest kembali unggul. Permintaan itu tak kunjung dieksekusi meski bola beberapa kali keluar lapangan.
“Ya, saya tidak bisa menjelaskan karena saya tidak punya penjelasannya. Saya ingin melakukan tiga pergantian itu sekitar tiga menit sebelumnya. Dan sudah dua, tiga, atau empat kali bola keluar, dan saya masih tidak tahu alasan kenapa pergantiannya tidak dilakukan.”
— Andoni Iraola, Liverpool FC
Iraola menduga ada persoalan teknis pada papan pergantian pemain atau perangkat sejenisnya. Yang jelas baginya, penghentian permainan itu memang seharusnya terjadi.
Efeknya kemudian merembet ke situasi golnya. Karena timnya menunggu pergantian yang tidak datang, lemparan ke dalam cepat dari lawan menemukan Liverpool dalam kondisi setengah siap. Iraola menegaskan ia bahkan sudah protes pada kesempatan sebelumnya ketika bola keluar, dan menurutnya penonton pun menyadari situasi itu sampai ikut berteriak.
Soal penaltinya sendiri, ia memilih tidak menghakimi dan justru melemparnya ke publik.
“Dan soal penaltinya, saya biarkan kalian yang memutuskan apakah itu penalti atau bukan.”
— Andoni Iraola
Kalimat itu jadi satu-satunya komentarnya soal keputusan wasit malam itu. Ia tidak menuntut apa pun, tidak pula membenarkannya, dan memilih berhenti di situ.
Bukan cuma penalti yang jadi momen kontroversial. Di babak pertama, gol Florian Wirtz dianulir lewat keputusan VAR, dan menurut Iraola pemain Forest sendiri saat itu terlihat tidak memprotes.