Mourinho Sebut Tak Ada yang Tak Tergantikan, Termasuk Guler

La Liga

Mourinho Sebut Tak Ada yang Tak Tergantikan, Termasuk Guler

Pasca La Liga: Elche 2-3 Madrid

Arda Guler mencetak gol pembuka Real Madrid di Martinez Valero lewat tendangan bebas pada menit ke-25, lalu ditarik keluar saat timnya masih unggul 2-0. Pertanyaannya di ruang pers datang dalam bentuk yang biasanya memancing pujian, apakah pemain Turki itu kini tak tergantikan. Jose Mourinho menutup pintunya dalam dua kalimat.

“Tidak, dia tidak tak tergantikan. Tidak ada yang tak tergantikan.”

— Jose Mourinho, Real Madrid CF

Alasannya bukan soal performa individu, melainkan soal apa yang sedang terjadi di lapangan saat itu. Menurut Mourinho, ia sudah merasakan laganya bergeser jauh sebelum papan skor berubah.

“Ketika saya melakukan dua pergantian pertama, Bellingham dan Brahim, saya melakukannya justru karena kami sedang kehilangan kendali. Itu memang momen kami sedang kehilangan kendali.”

— Jose Mourinho

Ia menjelaskan bahwa Vinicius Junior mengerjakan tugas organisasi pertahanan dengan sangat baik dan selalu mengambil posisi yang benar, tapi kemudian kelelahan. Guler, yang malam itu bermain di posisi yang bisa disebut nomor 10, juga menurun intensitasnya. Dua pemain segar dimasukkan bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai tambalan.

“Saya memasukkan Bellingham yang segar, begitu juga Brahim. Pergantian itu saya lakukan saat 2-0, tapi saya sudah mencium kendalinya mulai lepas. Faktanya mereka menyamakan jadi 2-2, dan setelah itu kami maju dengan artileri berat dan kami selamat.”

— Jose Mourinho

Firasat itu terbukti dalam dua belas menit. Abiel Osorio menyundul gol pada menit ke-71 dan Fer Nino menyamakan kedudukan pada menit ke-83, sehingga keunggulan dua gol Madrid habis di kandang tim yang stadionnya penuh.

Tanda-tandanya memang sudah muncul sebelum gol pertama tuan rumah. Selepas jam pertama laga berubah jadi serang-menyerang, dengan Neto melepas tembakan yang membentur sisi jala dan Morente dua kali mencoba peruntungannya dari jarak jauh. Madrid bukannya tanpa jawaban, Vinicius Junior sempat lolos berhadapan dengan kiper pada menit ke-64 tapi tembakannya tidak menemukan gawang. Pola yang dikeluhkan Mourinho terbaca di situ, peluang untuk menyudahi laga tetap datang, tapi tidak satu pun berubah jadi gol ketiga.

Bagian terakhirnya yang ia sebut sebagai taruhan. Ditanya soal Carlos Espi, penyerang muda yang akhirnya mencetak gol kemenangan, Mourinho menjawab dengan memuji si pemain sekaligus mengakui bahwa keputusan menumpuk pemain depan itu punya harga.

“Dia tampil bagus, dia memberi kontribusi penting buat tim. Anak ini motivasinya besar, tapi di depannya ada pemain yang bukan pemain biasa. Memainkan keduanya bersamaan tidak gampang, karena setelah itu kami tidak punya pemain sayap tipe 4-4-2 dan tim kehilangan keseimbangan. Dengan pergantian yang saya lakukan di akhir, saya mempertaruhkan segalanya. Kami menang, saya bisa saja kalah, tapi itu harus dilakukan karena hasil imbang tidak ada gunanya.”

— Jose Mourinho

Espi menuntaskan umpan Mbappe di injury time setelah Bellingham menusuk dari sisi kiri. Pergantian yang lahir dari firasat buruk di menit-menit awal babak kedua berakhir dengan tiga poin, dan Mourinho menutup topik itu tanpa meromantisasi hasilnya.

Berita lain dari laga ini