Mourinho Sebut Laga Madrid di Elche Punya Tiga Wajah

La Liga

Mourinho Sebut Laga Madrid di Elche Punya Tiga Wajah

Pasca La Liga: Elche 2-3 Madrid

Real Madrid meninggalkan Martinez Valero dengan tiga poin yang baru benar-benar jadi milik mereka di injury time. Mereka unggul dua gol sebelum turun minum, dikejar sampai 2-2 di dua puluh menit terakhir, lalu menang lewat gol Carlos Espi. Jose Mourinho tidak menawarkan satu penjelasan tunggal untuk malam seperti itu, ia justru memecah laganya jadi beberapa bagian.

“Laga kami punya dua wajah, dalam kasus ini tiga wajah, satu saat 2-0, satu lagi saat 2-2, dan satu lagi ketika pilihannya tinggal membunuh atau mati. Ini laga tiga wajah.”

— Jose Mourinho, Real Madrid CF

Wajah pertamanya berjalan persis seperti yang ia mau. Tendangan bebas jarak jauh Arda Guler pada menit ke-25 membentur tiang lalu masuk setelah mengenai kiper Matias Dituro, dan delapan menit berikutnya Mbappe menuntaskan umpan silang mendatar Diomande dari sisi kanan.

Madrid sebetulnya sudah mengancam sejak menit-menit awal. Dituro menggagalkan percobaan Mbappe dari umpan Valverde di awal laga, Vinicius Junior melepas bola ke sisi gawang satu menit berikutnya, dan pada menit ke-11 sundulan Dean Huijsen dari sepak pojok ditangkap kiper tuan rumah tepat di garis gawang. Elche baru mendapat peluang terbaiknya pada menit ke-17 lewat tembakan kaki kiri Osorio dari depan kotak yang lewat tipis di atas mistar. Setelah unggul dua gol pun Madrid masih sempat punya kesempatan menambah, termasuk tembakan silang Vinicius yang ditepis Dituro pada menit ke-38.

Bagi Mourinho, di situlah persoalannya dimulai. Peluang yang tidak berubah jadi gol bukan sekadar catatan efisiensi, melainkan pintu yang dibiarkan terbuka.

“Masalahnya menurut saya jelas. Yang lebih sulit itu tahu kenapanya, tapi gampang dipahami bahwa ada laga yang kelihatan sudah selesai padahal sebenarnya belum. Ada laga ketika kami punya tiga, empat, lima peluang untuk menyudahinya, dan tidak kami sudahi.”

— Jose Mourinho

Elche memperkecil kedudukan lewat sundulan Abiel Osorio pada menit ke-71, lalu menyamakannya pada menit ke-83 lewat Fer Nino, keduanya di hadapan tribun yang sejak awal tidak pernah turun suaranya. Dua belas menit itu menghapus kerja satu babak penuh. Ditanya kenapa para pemainnya sempat terputus dari laga, Mourinho mengaku tidak punya jawaban yang memuaskan, dan ia mengulang kata yang sama beberapa kali sepanjang jawabannya.

“Tidak ada penjelasannya. Satu-satunya yang saya temukan, ini laga yang, dalam tanda kutip, gampang. Laganya tidak disudahi, tidak mencetak tiga, empat, atau lima gol. Setelah itu kamu menurun, kamu menyerahkan kendali.”

— Jose Mourinho

Ia juga menolak membingkai ini sebagai masalah pertahanan, meski Madrid kebobolan lagi. Yang ia persoalkan bukan angkanya.

“Ini bukan soal gol, ini soal memberikan kendali laga secara cuma-cuma, karena sesekali mereka bisa mencetak gol yang datang di luar jalannya laga. Tapi ketika mereka mencetak gol-gol itu, kamilah yang menyerahkan kendali permainan ke mereka.”

— Jose Mourinho

Sebagian kredit ia berikan ke bangku sebelah. Anselmi disebutnya mengubah struktur timnya lewat pergantian, dan Mourinho menilai keberanian itu yang membuat laganya berbalik jadi sulit.

“Pelatih Elche memainkan laganya dengan bagus. Anselmi melakukan pergantian yang mengubah struktur mereka. Dia bisa saja kalah empat atau lima gol. Dia tidak takut, dia berani, dan dia menyulitkan kami.”

— Jose Mourinho

Meski begitu, kesimpulannya tidak muram. Mourinho menyebut reaksi timnya di bawah tekanan sebagai hal yang paling penting malam itu, dan menambahkan satu catatan setengah bercanda soal bagaimana laga-laga timnya berjalan.

“Bagusnya, saat menghadapi kesulitan dan tekanan karena bisa kehilangan poin, tim ini bereaksi dan menang, dan itu yang paling penting. Hal bagus lainnya, di laga-laga Real Madrid tidak ada yang bosan karena laganya sangat menghibur.”

— Jose Mourinho

Yang ia resepkan untuk beberapa hari ke depan bukan rapat panjang. Ia menyebut para pemainnya butuh istirahat, mengaku nyaris tidak bicara apa pun di ruang ganti, dan menjadwalkan latihan lagi pada Kamis. Madrid akan menjalani derbi ke markas Atletico Madrid pada Minggu (20/9).

Berita lain dari laga ini