Ditanya apakah La Liga musim ini bakal jadi liga adu banyak poin yang kompetitif sampai akhir, Jose Mourinho menjawab dengan cara yang bicara banyak. Alih-alih lebih dulu menyebut Real Madrid atau Barcelona, nama pertama yang ia sorong justru Atlético Madrid, seolah mengingatkan bahwa perburuan gelar ini bukan cuma milik dua tim.
Bukan tanpa alasan Mourinho menyorongkan Atlético. Ia memberi catatan khusus soal stabilitas Los Rojiblancos, sesuatu yang menurutnya makin langka di sepak bola modern dan justru jadi kekuatan tersendiri yang sering diremehkan.
“Saya rasa Atlético Madrid juga akan ada di sana, juga pesaing. Meski tak terang-terangan mengatakannya, mereka pasti berpikir dan merasa bisa. … Cara mereka berinvestasi pada stabilitas yang seakan abadi ini … itu kekuatan besar di sepak bola masa kini yang terus berubah.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Meski begitu, Mourinho tak menutup mata dari pesaing lain. Ia menempatkan Barcelona di barisan sama, menilai tim-tim papan atas dan klub-klub Basque sama-sama merepotkan, termasuk Betis yang akan dihadapi Madrid akhir pekan ini. Baginya, skor mencolok di pekan-pekan awal justru kerap menipu dan tak mencerminkan betapa beratnya menjaga konsistensi sepanjang musim.
“Bagi saya, ini sama sekali bukan liga yang mudah. Kamu bisa saja melihat sejumlah hasil yang memberi kesan liga ini mudah, seperti kami mencetak empat gol ke gawang Málaga atau Barcelona mencetak lima ke Elche, tapi ada tekanan di sini yang tidak ada di liga lain, yaitu tekanan untuk selalu menang.”
— Jose Mourinho
Tekanan itulah yang menurut Mourinho membedakan La Liga dari kompetisi lain di Eropa. Ia mencontohkan liga-liga seperti Prancis dan Jerman, tempat sang juara menurutnya kerap punya kenyamanan karena sudah tahu bakal finis di puncak. Di Spanyol, katanya, kemewahan itu tak ada.
“Di sini ada tekanan pekan demi pekan, ketika hasil apa pun selain kemenangan tidaklah cukup baik.”
— Jose Mourinho
Cara pandang itu pula yang ia pakai untuk menjaga timnya tetap membumi. Start sempurna tiga kemenangan beruntun tak ia biarkan jadi alasan untuk lengah, sebab di liga dengan karakter seperti ini, satu hasil buruk saja sudah cukup untuk mengubah suasana. Pesannya jelas, Madrid harus memperlakukan setiap pekan seolah tak ada jaring pengaman.