Tak semua isi konferensi pers Jose Mourinho jelang laga melawan Real Betis soal taktik. Pelatih Real Madrid itu juga menyinggung persoalan di luar lapangan yang melibatkan bek muda Raul Asencio, dan ia tegas menyatakan ketidaksenangannya.
Mourinho memisahkan urusan di dalam dan di luar lapangan. Ia mencatat bahwa di Valdebebas, Asencio bekerja secara profesional, termasuk saat menjalani pemulihan cedera yang membekapnya berpekan-pekan, yang membuatnya jadi yang pertama datang dan terakhir pulang. Namun catatan itu, ditegaskannya, tidak menghapus persoalan di luar lapangan, sebab tanggung jawab sebagai pemain Madrid tidak mengenal batas jam kerja.
“Tapi pemain Real Madrid adalah pemain Real Madrid 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan setahun. Apa pun yang kamu lakukan di luar area profesionalmu tetap berpengaruh pada Real Madrid, tetap memengaruhi prestise klub yang tak tersentuh. Saya tidak senang. Semua orang berbuat salah, tapi kesalahan yang menumpuk adalah hal yang berbeda.”
— Jose Mourinho, Real Madrid
Ditanya apakah ia akan tetap mengandalkan Asencio begitu pulih, Mourinho memilih menahan diri. Ia menegaskan klub sudah membuka kasus, dan selama proses itu berjalan, ia memperlakukan Asencio apa adanya sebagai pemain Madrid.
“Klub telah membuka kasus, dan sebagai pelatih, selama kasus itu berjalan, saya melihatnya sebagai pemain Real Madrid. Dia cedera dan akan tetap cedera setidaknya untuk beberapa pekan lagi. Ini membantu saya menjauh dari isu yang kamu sebutkan. Ini tidak untuk diperdebatkan.”
— Jose Mourinho
Cedera itu, disadari atau tidak, memberi Mourinho ruang untuk tidak buru-buru bersikap soal masa depan Asencio di lapangan. Yang ia tegaskan tetap satu, seragam Madrid menuntut standar yang sama di dalam dan di luar lapangan, dan kesalahan yang berulang tidak bisa disamakan dengan kekhilafan sesekali.