Susunan pemain Barcelona saat menjamu Athletic Club menyimpan keberanian yang tidak biasa. Hansi Flick menurunkan empat remaja sejak menit pertama, yaitu Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Marc Bernal, dan Xavi Espart. Hasilnya kemenangan 2-0 tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dari lawan.
Yang membuat komposisi itu makin tidak biasa, keempatnya lahir pada tahun yang sama dan kini sama-sama berusia 19 tahun.
- Pau Cubarsi, 22 Januari 2007
- Xavi Espart, 21 Mei 2007
- Marc Bernal, 26 Mei 2007
- Lamine Yamal, 13 Juli 2007
Yang paling banyak disorot Flick usai laga adalah Espart, yang menjalani debutnya sebagai pemain yang resmi terdaftar di tim utama. Beban seperti itu jarang ringan untuk pemain semuda dia, apalagi di laga La Liga pertama di Spotify Camp Nou musim ini.
“Dia bermain sangat bagus, dan itu tidak mudah. Dia menjalani laga yang fantastis, saat menguasai bola maupun tidak. Dia selalu fokus dan punya pemahaman taktik yang sangat baik.”
— Hansi Flick, FC Barcelona
Flick menambahkan bahwa potensi Espart belum habis di situ, dan stafnya bekerja dengannya setiap hari untuk membuatnya terus berkembang.
Nama kedua yang ia soroti adalah Anthony Gordon, yang menjalani laga pertamanya sebagai starter. Flick menekankan kecepatan dan intensitas yang dibawa Gordon menguntungkan tim, sambil mengingatkan bahwa pemain ini baru saja tiba.
“Dia baru dua setengah pekan di sini. Dia punya potensi untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi.”
— Hansi Flick
Terakhir Flick menyebut Marc Bernal, gelandang muda yang kariernya sempat terhenti lama akibat cedera panjang. Pujiannya singkat, tapi jelas.
“Dia juga menjalani laga yang fantastis, dan saya sangat senang dengannya.”
— Hansi Flick
Tiga nama itu punya titik berangkat yang berbeda, satu debutan, satu pendatang baru, satu pemain yang baru kembali. Ketiganya tampil di laga yang sama, dan ketiganya keluar dengan pujian dari pelatih yang biasanya lebih banyak bicara soal apa yang masih kurang.