Chivu Tolak Menaruh Liga Champions di Atas Cagliari, Justru Itu Laga Paling Penting

Serie A

Chivu Tolak Menaruh Liga Champions di Atas Cagliari, Justru Itu Laga Paling Penting

Inter memulai musim dengan menang 4-1 atas Monza, undian Liga Champions sudah keluar dengan Real Madrid dan Liverpool di dalamnya, dan pertanyaan soal front mana yang jadi prioritas hampir tidak terhindarkan. Cristian Chivu menerimanya dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sport dua hari sebelum bertandang ke Cagliari.

Ia menjawabnya dengan menolak seluruh bingkai pertanyaannya.

“Di atas kertas selalu tim-tim itu yang berangkat sebagai favorit di Italia, tapi saya cuma memikirkan tim saya sendiri. Kami ingin kompetitif juga di Liga Champions, tapi kami harus mengirim sinyal sejak melawan Cagliari, yang buat saya adalah pertandingan paling penting.”

— Cristian Chivu, FcInterNews

Menyebut laga tandang ke tim yang finis di papan bawah sebagai pertandingan paling penting, sementara Bernabeu dan Anfield sudah menunggu di kalender, jelas bukan penilaian bobot lawan. Itu penilaian soal kapan sebuah musim biasanya tergelincir.

Kata sinyal di kalimat itu yang paling menjelaskan maksudnya. Chivu tidak sedang bicara soal tiga poin, melainkan soal apa yang ditunjukkan timnya kepada dirinya sendiri di laga tandang pertama musim ini, tepat setelah kemenangan besar yang gampang membuat orang lengah.

Sikap itu sejalan dengan prinsip yang ia ulang di bagian lain wawancara yang sama, bahwa timnya harus belajar mengambil laga demi laga dan sadar bahwa mereka tidak bisa sempurna. Ia menyebut jalan di depan masih panjang, kalimat yang terdengar biasa sampai kita ingat bahwa timnya sedang berstatus juara bertahan.

Nada yang sama juga muncul ketika ia menanggapi undian Liga Champions beberapa hari sebelumnya. Di sana pun ia tidak menyebut satu nama lawan, hanya mengingatkan bahwa edisi-edisi terakhir membuktikan tidak ada yang bisa dianggap pasti, dan bahwa delapan laga di depan semuanya sangat sulit.

Cagliari sendiri bukan lawan yang datang tanpa modal. Mereka membuka musim dengan menang di kandang Parma lewat gol Alessandro Romano, jadi laga di Unipol Domus nanti mempertemukan dua tim yang sama-sama sudah mengantongi tiga poin.

Catatan pertemuannya memang berat sebelah. Inter menang sembilan kali dari sepuluh perjumpaan terakhir melawan Cagliari di Serie A dengan sekali imbang, dan mencetak 26 gol dalam rentang itu. Justru rekor semacam itu yang biasanya membuat sebuah tim butuh diingatkan.