De Zerbi: Sepak Bola Itu Seperti Hidup, Kuat atau Kalah

Premier League

De Zerbi: Sepak Bola Itu Seperti Hidup, Kuat atau Kalah

Pasca Tottenham Kalah lagi, kali ini 2-3 dari Aston Villa

Tottenham Hotspur akhirnya mencetak gol pertama di Premier League musim ini, bahkan dua. Masalahnya, keduanya datang saat Aston Villa sudah unggul 3-0. Spurs kalah 2-3 di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (19/9), dan masih belum menang setelah lima laga liga. Sky Sports mencatat mereka kini berada di zona degradasi menjelang jeda internasional.

Babak pertama sebenarnya milik Spurs. Zion Suzuki berulang kali menggagalkan Savio dan Archie Gray. Roberto De Zerbi yakin timnya bisa unggul jauh sebelum turun minum.

“Saya rasa di babak pertama kami bisa mencetak gol berkali-kali.”

— Roberto De Zerbi kepada TNT Sports, NBC Sports

Yang terjadi justru sebaliknya. Di menit keempat tambahan waktu babak pertama, Micky van de Ven sedang di luar lapangan untuk dirawat setelah kepalanya terbentur. Villa memanfaatkan kekurangan satu pemain itu, dan Johan Manzambi mencetak gol dari jarak dekat.

“Kami kebobolan saat bermain dengan 10 pemain, tapi kami seharusnya lebih fokus saat bertahan di situasi itu, di tambahan waktu babak pertama. Di babak kedua kami kebobolan langsung dari tendangan gawang.”

— Roberto De Zerbi

Gol kedua yang ia maksud lahir dari tendangan gawang panjang Suzuki yang gagal diantisipasi lini belakang Spurs. Manzambi meneruskannya ke Nicolas Jackson, yang melewati Van de Ven lalu mencetak gol di menit ke-67. Sebelumnya, gol Mohammed Kudus sudah dianulir VAR karena Andy Robertson lebih dulu offside. Emi Buendia lalu menambah gol ketiga lewat tendangan dari jarak sekitar 25 meter, sebelum Conor Gallagher dan Jan Paul van Hecke memperkecil skor.

Bagi De Zerbi, ketimpangannya ada di situ. Spurs harus menciptakan 20 peluang untuk satu gol, sementara Villa cukup memanfaatkan situasi yang menurutnya bahkan bukan peluang.

“Tapi harus saya katakan, kami bermain bagus di babak pertama. Kami tidak mencetak gol, tapi terlalu rapuh.”

— Roberto De Zerbi

Ia tidak melempar kesalahan ke pemain. Ditanya apa lagi yang bisa ia lakukan ketika timnya gagal mencetak gol meski punya banyak peluang, De Zerbi menjawab lugas.

“Kalau kami tidak mencetak gol, itu tanggung jawab saya. Saya ambil tanggung jawab itu. Kami akan bekerja lebih keras, tapi sepak bola itu seperti hidup. Kamu kuat, atau kamu kalah.”

— Roberto De Zerbi

Menurutnya, Spurs harus lebih kuat bukan hanya saat menguasai bola. Saat bermain dengan 10 pemain meski cuma semenit, pemain harus saling memanggil dan berdiri rapat di depan gawang seperti keluarga.

Tekanan untuk De Zerbi kini makin terasa. Suporter Villa menyanyikan “you’re getting sacked in the morning” setelah gol Buendia, dan Spurs baru menang lima kali dalam 36 laga liga terakhir di kandang. Soal jeda internasional, De Zerbi mengaku belum tahu apakah itu datang di waktu yang tepat. Ia hanya heran bagaimana tim yang tampil seperti itu di babak pertama bisa tertinggal 0-3.

“Pekerjaan kami masih sangat banyak, tapi itu tanggung jawab saya.”

— Roberto De Zerbi