Persib Bandung membuka Super League 2026-2027 dengan kemenangan comeback 3-1 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Sempat tertinggal lewat gol cepat Kodai Tanaka pada menit keenam, Maung Bandung berbalik unggul lewat Patricio Matricardi, Balsa Sekulic, dan Uilliam Barros. Namun bagi Igor Tolic, momen yang paling membekas justru datang dari tribun.
Sang pelatih mengaku tersentuh oleh sambutan Bobotoh yang memenuhi stadion, termasuk koreografi yang menampilkan wajahnya. Alih-alih membusungkan dada, Tolic memilih merendah dan menganggap dirinya belum layak menerima penghormatan sebesar itu.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para Bobotoh. Saya rasa, saya belum pantas mendapatkan apa yang mereka lakukan malam ini. Mungkin ketika saya sudah memenangkan sesuatu ke depannya, baru saya pantas. Apa yang terjadi malam ini luar biasa.”
— Igor Tolic, Persib.co.id
Kerendahan hati itu berjalan seiring kejujurannya menilai permainan tim. Tolic tak menutupi bahwa babak pertama Persib jauh dari rencana, terlebih setelah kebobolan di menit-menit awal yang membuat timnya kesulitan membongkar pertahanan rapat PSM.
“Babak pertama sedikit berantakan. Kami membuat lawan bermain sangat kompak sehingga sulit membongkar pertahanan mereka dan rentan serangan balik. Meski ada peluang dari bola mati, babak pertama tidak berjalan baik.”
— Igor Tolic
Perbaikan baru terlihat setelah jeda. Tolic menyebut jarak antarlini timnya membaik dan pilihan umpan menjadi lebih jelas, ditambah keputusan memasukkan Sekulic sejak awal babak kedua yang mengubah jalannya laga.
“Pada babak kedua, jarak antarlini lebih baik dan pilihan umpan lebih jelas. Kami bermain lebih langsung untuk memenangkan bola kedua, hingga akhirnya mencetak gol pada waktu yang tepat dan menang 3-1.”
— Igor Tolic
Bagi Tolic, kemenangan pada laga pembuka ini punya arti penting bagi perjalanan tim di musim baru, terlebih karena diraih setelah para pemainnya menunjukkan karakter dan daya juang untuk bangkit dari ketertinggalan. Tiga poin pertama pun terkumpul, sekaligus menjadi pengingat bahwa penghormatan besar dari Bobotoh menuntut pembuktian yang setimpal di sisa musim.