Arema FC membuka BRI Super League 2026/27 dengan menjamu Isen Mulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9) pukul 15.30 WIB. Laga pembuka ini sekaligus jadi panggung yang paling ditunggu Aremania, momen debut kompetitif penyerang anyar mereka, Mauro Zijlstra.
Zijlstra bukan nama sembarangan. Striker naturalisasi berusia 21 tahun berdarah Belanda itu didatangkan dengan status pinjaman dari Persija Jakarta, dan langsung diproyeksikan sebagai ujung tombak utama Singo Edan musim ini. Statusnya kian sentral setelah Gustavo Henrique masih dibekap cedera dan Joel Vinicius dilepas manajemen, membuat beban gol praktis bertumpu di pundaknya sejak laga pertama.
Marcos Santos Goncalves sendiri tak menyembunyikan harapannya pada sang pemain. Ia menilai Zijlstra punya naluri yang pas untuk memimpin lini serang timnya.
“Mauro merupakan pemain yang akan selalu mengisi posisi di area kotak penalti. Itu bagus bagi kami.”
— Marcos Santos, Malang Post
Meski begitu, Marcos menolak menganggap enteng laga perdana. Baginya, pembuka kompetisi selalu menyimpan tekanan tersendiri, apalagi timnya bermain di depan pendukung sendiri.
“Kami akan bermain di kandang dalam laga pertama. Setiap laga debut memiliki kesulitannya sendiri.”
— Marcos Santos
Ia juga mewaspadai Isen Mulang Kalteng FC yang menurutnya datang dengan persiapan matang dan organisasi permainan yang rapi. Karena itu, Marcos meminta Aremania memenuhi Kanjuruhan untuk mengangkat mental para pemainnya.
“Kami akan membutuhkan dukungan Aremania yang hadir di stadion, untuk memberikan semangat. Karena bermain di kandang, kami harus memberikan yang terbaik.”
— Marcos Santos
Semua elemen itu bertemu di satu laga yang sama. Arema butuh start sempurna, Marcos butuh pembuktian, dan Zijlstra butuh gol pertamanya. Jika sang penyerang mampu langsung nyetel, malam pembuka di Kanjuruhan bisa jadi awal yang manis bagi Singo Edan.